Jumat, 18 September 2009

HUKUM GRAFITASI

Sebagaimana diketahui bahwa hukum grafitasi Newton menyatakan tentang grafitasi bumi dan benda-benda langit lainnya.
Tapi hokum grafitasi ini lebih luas, mencakup seluruh keidupan alam semesta. Bias kita sebut LOA (Law of Attraction).

Pengertian LOA: ” You attract to your life whatever you give your attention, focus and energy to, whatever wanted or unwanted”

LOA berlaku Setiap SAAT. Semua hal adalah berupa “kuanta”/energi dg frekwensi tertentu.

Kwanta/energi ini dapat saling mempengaruhi.

Thought is motion energy (yang kita bayangkan, katakan, persepsikan, emosikan, adalah ENERGI yang bergerak, terkirimkan ke ”alam semesta”).

Dari sini, dapat disimpulkan bahwa doa-pun juga energi dan sebenarnya SETIAP SAAT kita berdoa (tanpa kita sadari), walaupun secara informal.

Lalu bagaimana jika anda sudah tahajud tiap malam, puasa senin-kamis, shalat 5 waktu. Namun kenapa nasib anda masih terpuruk? Dimana keadilan Allah?. Bahkan kemungkinan anda jadi ’tidak percaya’ lagi pada Allah. (Semoga hal ini tidak terjadi di antara pembaca).

Benar tahajud, shalat dan puasa yang anda katakan. Tetapi bagaimana dengan yang anda BAYANGKAN, PIKIRKAN, RASAKAN, EMOSI di kantor selama 10 jam? Saya khawatir anda di kantor kalau ditotal-total selama 8 jam merasa stress, kecewa terhadap kondisi kantor, khawatir, marah, sering berpikir worst case, ada perasaan intrik-intrik, berpikir negatif karena perlakuan ’tidak adil’ oleh pimpinan, dll? Sudah berapa lama anda seperti ini? 5 tahun? 10 tahun?

Secara prinsip, ini semua adalah ”energi negatif” yang “menarik” energi negatif lagi.

Benar anda sudah tahajud dan lain sebagainya, tapi “kalah” oleh banyaknya “energi negatif”. Jumlah totalnya adalah NEGATIF, sehingga jangan dipungkiri, jika “nasib” anda juga terpuruk. Ingat, hukum LOA ini berlaku SETIAP DETIK”.

Kembali tentang doa adalah energi dengan frekwensi tertentu.

Ini menjawab pertanyaan, mengapa ada santet (energi negatif bisa dikirim), mengapa kita kirim shalawat kepada Rasullulah (energi positif yang kita kirim ke Rasullulah bisa dibalas dengan energi syafaat dari baginda Nabi), kita minta didoakan orang sholeh (energi positif kita mohonkan kepadanya, agar kita diberikan hal yang positif dari Allah).

Karena LOA berlaku SETIAP SAAT, maka usaha kita ZIKIR setiap saat (zikir khofi), adalah dalam rangka membersihkan nafs kita SETIAP SAAT, sehingga “menarik” energi positif dari Allah (tentu saja kalau zikirnya “tepat” dan “benar”). Semakin banyak berzikir, semakin bersihlah diri kita.

Begitu nafs (jiwa) kita bersih, maka otomatis doa/shalat kita lebih mudah sampai dan mudah diijabah Allah.

OK, bangsa barat boleh pakai LOA untuk “materialisme” (relasi horizontal).

Umat Islam harusnya menggunakannya untuk horizontal dan “vertikal” ke hadirat Allah SWT, untuk kehidupan setelah kematian (ini yang barangkali “tidak begitu diyakini” bangsa barat).

Problemnya adalah, hasil LOA “horizontal” yang negatif ini berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari, sehingga doa vertikal kita juga “sedikit” . Contohnya seperti di bawah ini.

Banyak rekan yang mungkin berpendapat: “Saya sudah berdoa, tapi jawaban Allah mana?”

Menurut saya, barangkali rekan tadi telah melakukan hal yang negatif banyak (katakanlah “negatif 2000” (selama sekian tahun), tapi hanya berdoa dengan takaran “positif 8”, baru sebentar berdoa, tentu saja TIDAK cukup! Ini kan hal-hal yang logis saja. Apakah misalnya seseorang yang korupsi 5 Milyar, cukup ditebus dengan penjara 1 tahun saja? Menurut saya sih tidak, dia harus bertobat, mensedekahkan 10 Milyar untuk mesjid (tapi bukan dari hasil korupsi lho!), melakukan berbagai kebaikan selama 1 tahun. Barulah mungkin “impas” dosanya!
LOA ini juga menjawab pertanyaan, mengapa bangsa kita yang santun dan lemah lembut ini “masih” terpuruk?.

Korupsi dimana-mana, inflasi yang tinggi, kejahatan, acara TV yang tidak mendidik, sinetron yang “membodohi” masyarakat dll, secara tidak langsung membuat “pikiran/emosi/ perasaan NEGATIF” bangsa kita.
to be continued...

Tidak ada komentar: